Senin, 21 Juni 2010

==PEMIKIRAN MUHAMMAD ALI PASHA ==

AMRUL BADRI


Dalam sejarahnya Mesir dibagi menjadi dua bagian; Kuno dan Modern. Dengan peradabannya yang telah dimulai sejak 7000 tahun yang silam, ia termasuk salah satu diantara negara yang menempati urutan papan atas, tujuan wisata dunia. Maka tidak heran jika setiap jengkal tanahnya yang kita pijak merupakan saksi sejarah yang memberikan cerita sendiri. Begitulah kira-kira diskripsi sejarahnya.

Muhammad Ali Pasha yang dianggap sebagai pendiri Mesir Modern, kekuasaannya saat itu meliputi Sudan dan Syiria. Bahkan pasukannya pun ikut berperang bersama ke Sultanan Usmani di Yunani, Asia Kecil, hingga ke Eropa Timur.[1]

A.Biografi Muhammad Ali

Muhammad Ali seorang keturunan dari Turki yang lahir dari Kawalla. pada tahun 1765. dan meninggal di Mesir pada tahun 1849. Orang tuanya bekerja sebagai penjual rokok, dari kecil ia sudah harus bekerja, dia tak pernah memperoleh kesempatan sekolah, dengan demikian dia tidak bisa membaca dan menullis.

Setelah besar ia bekerja sebagai pemungut pajak, karena kecakapannya dalam pekerjaannya ini. ia menjadi kesayangan Gubernur Usmani setempat, akhirnya ia diangkat sebagai menantu oleh gubernur tersebut dan mulai dari waktu itu bintangnya semakin meningkat terus.

B. Pemikiran Muhammad Ali

Setelah ia di angkat menjadi menantu Gubernur Usmani di tempatnya bekerja. Ia masuk dalam dinas meliter dan dalam lapangan ini ia juga menunjukkan kecakapan dan kesanggupan sehingga pangkatnya cepat menaik menjadi perwira. ketika pergi ke Mesir ia mempunyai kedudukan wakil perwira yang memimpin pasukan yang dikirim dari daerahnya. Setelah tentara prancis keluar dari Mesir di tahun 1801. Muhammad Ali turut memainkan peran penting dalam politik. Mesir mulai mengalami ketenangan politik, khususnya setelah Muhammad Ali membantai sisa-sisa petinggi Mamluk pada tahun 1811, menurut cerita dari 470 kaum mamluk hanya seorang yang dapat melepaskan diri dengan melompat dari pagar istana kejurang yang ada di bukit Mukattan, kudanya mati tetapi ia selamat dengan pergi lari. kaum mamluk yang ada diluar Kairo kemudian diburu, mana yang dapat dibunuh dan sebagian kecil dapat melarikan diri ke Sudan pada akhirnya tahun 1811, kekuatan kaum mamluk di mesir telah habis. Untuk memajukan Mesir, Muhammad Ali melakukan pembenahan ekonomi dan militer. Atas saran para penasihatnya, ia juga melakukan program pengiriman tentara untuk belajar di Eropa. Pemerinthan Muhammad Ali pasya (1804-49) menandai permulan diferensiasi yang sebenarnya antara struktur politik dan ke agamaan di Mesir. keputusan-keputusan dan program-programnya ternyata sebagian besar telah menentukan jalannya sekulerisasi yang berlangsung selama satu setengah abad di Mesir.[2] Muhammad Ali berkuasa penuh.ia telah menjadi wakil Sultan dengan resmi di Mesir dan rakyat sendiri tidak mempunyai organisasi dan kekuatan untuk menentang kekuasannya, ia pun bertindak sebagai diktator.[3]

Untuk kemajuan Negara Ia meningkatkan pertanian di Mesir dengan membuat Irigasi, melakukan penanaman Kapas yang di datangkan dari India dan Sudan. demi kemajuan ekonomi ia memperbaiki pengangkutan dan menghidupkan Industri tetapi gagal karena kekurangan ahli di mesir. Sungguh pun seorang yang buta huruf namun ia mengerti akan pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan untuk kemajuan suastu Negara. ia mendirikan satu kementrian pendidikan, untuk pertama kalinya ia mendirikan sekolah militer di Mesir di tahun 1815. sekolah teknik di tahun 1816. dan sekolah kedokteran di tahun1827.guru-gurunya di datangkan dari Barat. Muhammad Ali merobabah sistim atau imprastruktur yang selama ini di pakai kepada pembahruan. Karena ia yakin bahwa kekuasaannya hanya dapat dipertahankan dan di perbesar dengan kekuatan militer.

DAFTAR PUSTAKA

· Jaringan Islam Liberal islamlib.com

· Espossito John L.” Islam Dan Pembangunan”. Rineka cipta: Jakarta, Agustus 1990. hal.97

· Harun Nasution, “Pembaharuan Dalam Islam, Sejarah Pemikiran Dan Gerakan”. PT. Bulan Bintang, Jakarta,1975. hal28.


[2] Espossito John L.” Islam Dan Pembangunan”. Rineka cipta: Jakarta, Agustus 1990. hal.97.

[3] Harun Nasution, “Pembaharuan Dalam Islam, Sejarah Pemikiran Dan Gerakan”. PT Bulan Bintang, Jakarta,1975. hal 28.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar